Oleh: I Wayan Suarsa
1.1
Latar Belakang
Peraturan Mendiknas Nomor 23 tahun
2006 tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan
menengah menjelaskan bahwa dalam pembelajaran menulis siswa diharapkan mampu menggunakan berbagai jenis
wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi dalam bentuk teks, grafik, dan
tabel yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Peraturan pemerintah tersebut mengisyaratkan bahwa pembelajaran menulis di
kelas harus dapat dilaksanakan secara kreatif, aktif,
inovatif, dan menyenangkan. Hal ini sekaligus untuk memenuhi stándar proses
pendidikan.
|
1
|
Kondisi di lapangan menunjukan, guru belum
dapat memanfaatkan teknik dan strategi pembelajaran dalam pembelajaran menulis
narasi. Hal ini berimplikasi pada hasil menulis narasi yang diberikan kepada siswa belum menunjukkan
hasil yang optimal. Hal ini tampak dari rendahnya hasil
belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran menulis cerita narasi. Rendahnya hasil
belajar menulis narasi tersebut
diperoleh dari hasil pembelajaran menulis narasi yang diberikan kepada siswa
dengan nilai rata-rata 55,4. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa tersebut
belum memenuhi nilai kriteria keuntasan minimal kelas X pada kompetensi dasar
menulis, yakni 65.
Rendahnya
hasil
menulis siswa tersebut, antara lain disebabkan oleh beberapa hal: (1) guru
belum menerapkan strategi yang tepat dalam pembelajaran menulis narasi, (2)
kegiatan pembelajaran di kelas lebih menekankan hasil daripada proses, (3)
terbatasnya sarana dan prasarana pendukung proses pembelajaran, dan (4) siswa
kurang berminat terhadap pembelajaran menulis. Untuk mengoptimalkan hasil
belajar siswa dalam menulis narasi dapat
dilakukan dengan menerapkan salah satu strategi pembelajaran. Salah satu
strategi pembelajaran yang diharapkan dapat mengotimalkan pembelajaran menulis
narasi adalah strategi menulis terbimbing (SMT).
Harapan
penulis, melalui penerapan strategi menulis terbimbing diharapkan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis narasi di kelas XI SMKN 1 Palu
tahun pelajaran 2012/2013, sekaligus dapat dijadikan sebagai sebuah model
pembelajaran menulis narasi di SMK.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan
uraian dalam latar belakang tersebut, dapat diidentifikasi permasalahan sebagai
berikut.
1.2.1 Guru belum memahami sepenuhnya kompetensi
menulis yang
harus dikuasai oleh siswa.
1.2.2 Langkah-langkah
pembelajaran menulis narasi belum berjalan
secara optimal.
1.2.3 Prestasi
belajar siswa dalam menulis narasi
sangat rendah.
1.2.4 Guru
belum menerapkan strategi yang tepat dalam pembelajaran menulis narasi,
1.2.5 Kegiatan
pembelajaran menulis narasi di kelas belum menekankan proses.
1.2.6 Siswa
kurang berminat terhadap pembelajaran menulis.
1.3 Batasan
Masalah
Dari
keenam permasalahan yang diperoleh pada identifikasi masalah, penelitian ini
difokuskan pada pemecahan masalah nomor dua tentang Langkah-langkah pembelajaran menulis narasi di SMK Negeri 1 Palu belum berjalan secara optimal, dan nomor tiga
tentang hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Palu dalam menulis narasi sangat rendah.
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas,
rumusan masalah dalam penelitian berjudul meningkatkan hasil belajar
siswa kelas XI SMK
Negeri 1 Palu dalam menulis narasi
melalui penerapan Strategi Menulis Terbimbing adalah sebagai berikut:
1.4.1 Bagaimana
langkah-langkah penerapan Strategi Menulis
Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis
narasi?
1.4.2 Apakah
penerapan Strategi Menulis Terbimbing dapat
meningkatkan
Hasil belajar siswa dalam menulis
narasi?
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut,
tujuan penelitian ini adalah seperti berikut.
1.5.1 Mengetahui langkah-langkah penerapan
Strategi Menulis
Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa
dalam menulis
Narasi.
1.5.1 Mengetahui penerapan Strategi Menulis
Terbimbing dapat
Meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis
narasi.
1.6 Manfaat Penelitian
Manfaat bagi peneliti dari penelitian ini
ialah:
1.6.1 Menambah wawasan tentang model pembelajaran.
1.6.2 Meningkatkan profesionalisme guru dalam hal pengembangan model
pembelajaran.
Bagi lembaga, manfaat penelitian ini ialah:
1.6.1 Menambah
model pembelajaran yang dapat diterapkan di dalam
kelas.
1.6.2 Menjadi acuan dalam memperbaiki pembelajaran
menulis
narasi di kelas.