Fluktuasi ekonomi
bergerak cepat dalam satu bulan terakhir. Baru 16 Agustus lalu pemerintah
menyampaikannota keuangan dan Rancangan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014. Satu bulan kemudian,
pemerintah merombak asumsi dan target-target ekonomi 2014
Sumber: Radar
Sulteng, 16 September 2013
Soal :
Tentukan kalimat utama, gagasan pokok, dan simpulan
paragraf tersebut!
Peraturan Mendiknas Nomor 23 tahun
2006 tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan
menengah menjelaskan bahwa dalam pembelajaran menulis siswa diharapkan mampumenggunakan berbagai jenis
wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaianinformasi dalam bentuk teks, grafik, dan
tabel yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Peraturan pemerintah tersebut mengisyaratkan bahwa pembelajaran menulis di
kelas harus dapat dilaksanakan secara kreatif, aktif,
inovatif, dan menyenangkan. Hal ini sekaligus untuk memenuhi stándar proses
pendidikan.
1
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri
1 Palu dilaksanakan berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Di
dalam KTSP pembelajaran menulis narasi terdapat dikelas XI, dengan indikator: “mengidentifikasi jenis teks (narasi,
deskripsi, dan eksposisi) dengan menggunakan berbagai teknik. Untuk memenuhi indikator
itu guru diharapkan dapat mengelola pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai
teknik dan strategi pembelajaran. (Ghazali dalam Liputo, 2003) menjelaskan
strategi sangat bermanfaat dalam pembelajaran. Strategi dapat mengarahkan dan
mengoptimalkan proses pembelajaran di kelas. Selain itu. Degeng (dalam Liputo,
2003:4) menjelaskan, strategi pembelajaran yang digunakan hendaklah dapat
mengembangkan kemampuan mental siswa yang memungkinkannya belajar.
Kondisi di lapangan menunjukan, guru belum
dapat memanfaatkan teknik dan strategi pembelajaran dalam pembelajaran menulis
narasi. Hal ini berimplikasi pada hasil menulis narasiyang diberikan kepada siswa belum menunjukkan
hasil yang optimal. Hal ini tampak dari rendahnya hasil
belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran menulis cerita narasi. Rendahnya hasil
belajar menulisnarasi tersebut
diperoleh dari hasil pembelajaran menulis narasi yang diberikan kepada siswa
dengan nilai rata-rata 55,4. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa tersebut
belum memenuhi nilai kriteria keuntasan minimal kelas X pada kompetensi dasar
menulis, yakni 65.
Rendahnya
hasil
menulis siswa tersebut, antara lain disebabkan oleh beberapa hal: (1) guru
belum menerapkan strategi yang tepat dalam pembelajaran menulis narasi, (2)
kegiatan pembelajaran di kelas lebih menekankan hasil daripada proses, (3)
terbatasnya sarana dan prasarana pendukung proses pembelajaran, dan (4) siswa
kurang berminat terhadap pembelajaran menulis. Untuk mengoptimalkan hasil
belajar siswa dalam menulisnarasi dapat
dilakukan dengan menerapkan salah satu strategi pembelajaran. Salah satu
strategi pembelajaran yang diharapkan dapat mengotimalkan pembelajaran menulis
narasi adalah strategi menulis terbimbing (SMT).
Harapan
penulis, melalui penerapan strategi menulis terbimbing diharapkan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis narasi di kelas XI SMKN 1 Palu
tahun pelajaran 2012/2013, sekaligus dapat dijadikan sebagai sebuah model
pembelajaran menulisnarasi di SMK.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan
uraian dalam latar belakang tersebut, dapat diidentifikasi permasalahan sebagai
berikut.
1.2.1Guru belum memahami sepenuhnya kompetensi
menulis yang
harus dikuasai oleh siswa.
1.2.2Langkah-langkah
pembelajaran menulis narasi belum berjalansecara optimal.
1.2.3Prestasi
belajar siswa dalam menulisnarasi
sangat rendah.
1.2.4Guru
belum menerapkan strategi yang tepat dalam pembelajaran menulis narasi,
1.2.5Kegiatan
pembelajaran menulis narasi di kelas belum menekankanproses.
1.2.6Siswa
kurang berminat terhadap pembelajaran menulis.
1.3Batasan
Masalah
Dari
keenam permasalahan yang diperoleh pada identifikasi masalah, penelitian ini
difokuskan pada pemecahan masalah nomor dua tentangLangkah-langkah pembelajaran menulis narasi di SMK Negeri 1 Palu belum berjalansecara optimal, dan nomor tiga
tentang hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Palu dalam menulisnarasi sangat rendah.
1.4RumusanMasalah
Berdasarkan batasan masalah di atas,
rumusan masalah dalam penelitian berjudul meningkatkan hasil belajar
siswa kelasXI SMK
Negeri 1 Palu dalam menulisnarasi
melalui penerapan Strategi Menulis Terbimbing adalah sebagai berikut:
1.4.1 Bagaimana
langkah-langkah penerapan Strategi Menulis
Terbimbing dapatmeningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis
narasi?
1.4.2 Apakah
penerapan Strategi Menulis Terbimbing dapatmeningkatkan
Hasil belajar siswadalam menulisnarasi?
1.5Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut,
tujuan penelitian ini adalah seperti berikut.
1.5.1Mengetahui langkah-langkah penerapan
Strategi Menulis
Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa
dalam menulis
Narasi.
1.5.1Mengetahui penerapan Strategi Menulis
Terbimbing dapat
Meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulisnarasi.
1.6Manfaat Penelitian
Manfaat bagi peneliti dari penelitian ini
ialah:
1.6.1Menambah wawasan tentang model pembelajaran.
1.6.2 Meningkatkan profesionalisme guru dalam hal pengembangan model
pembelajaran.
Bagi lembaga, manfaat penelitian ini ialah:
1.6.1 Menambah
model pembelajaran yang dapat diterapkan di dalam
kelas.
1.6.2Menjadi acuan dalam memperbaiki pembelajaran
menulis
Peraturan MendiknasNomor 23 tahun 2006 tentang
standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah
menjelaskan bahwa dalam pembelajaran menulis siswa diharapkan mampu menggunakan
berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan
penyampaianinformasi dalam bentuk teks,
grafik, dan tabel yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Peraturan
pemerintah tersebut mengisyaratkan bahwa pembelajaran menulis di kelas harus dapat dilaksanakan secara kreatif, aktif,
inovatif, dan menyenangkan. Hal ini sekaligus untuk memenuhi stándar proses
pendidikan.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) Negeri 1 Palu dilaksanakan berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Di dalam KTSP pembelajaran menulis proposal terdapat dikelas XII,
dengan kompetensi
dasar:menulis proposal untuk kegiatan
ilmiah sederhana. Indikator
dari kompetensi dasar ini meliputi: (1) membuat kerangka proposal
sesuai dengan konteks yang ditentukan, dan (2) menyusun rancangan proposal yang
berkonteks kegiatan keahlian masing-masing.
Untuk memenuhi indikator itu guru diharapkan dapat
mengelola pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai teknik dan strategi
pembelajaran. (Ghazali dalam Liputo, 2003) menjelaskan strategi sangat bermanfaat
dalam pembelajaran. Strategi dapat mengarahkan dan mengoptimalkan proses
pembelajaran di kelas. Selain itu. Degeng (dalam Liputo, 2003:4) menjelaskan,
strategi pembelajaran yang digunakan hendaklah dapat mengembangkan kemampuan
mental siswa yang memungkinkannya belajar.
Kondisi di
lapangan menunjukkan, guru belum dapat memanfaatkan teknik dan strategi pembelajaran dalam
pembelajaran menulis proposal. Hal ini berimplikasi pada hasil menulis proposalyang diberikan
kepada siswa belum menunjukkan hasil yang optimal. Hal ini tampak dari
rendahnya hasil
belajar siswa kelas XII dalam pembelajaran menulis proposal. Rendahnya hasil belajar menulis proposal tersebut diperoleh dari nilai
tugas terstruktur yang diberikan
kepada siswa dengan nilai rata-rata 65 - 70. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa tersebut belum
memenuhi nilai kriteria ketuntasan minimal kelas XII pada kompetensi dasar menulis
proposal ilmiah sederhana,
yakni 75.
Rendahnya hasil belajar menulis proposal siswa tersebut, antara lain disebabkan oleh beberapa
hal: (1) guru belum menerapkan strategi yang tepat dalam pembelajaran menulis proposal, (2) kegiatan pembelajaran di kelas lebih menekankan
hasil daripada proses, (3) terbatasnya sarana dan prasarana pendukung proses
pembelajaran, dan (4) siswa kurang berminat terhadap pembelajaran menulis
proposal. Untuk
mengoptimalkan hasil belajar siswa dalam menulis proposal dapat dilakukan dengan menerapkan salah satu strategi
atau
model pembelajaran. Salah
satu strategi atau model
pembelajaran yang diharapkan dapat mengoptimalkan pembelajaran menulis proposal
adalah model
pembelajaran berbasis proyek.
Harapan penulis, melalui penerapan model
pembelajaran berbasis proyek diharapkan
dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis proposal di kelas XII SMKN 1 Palu tahun pelajaran 2012/2013, sekaligus dapat dijadikan sebagai sebuah model
pembelajaran menulis proposal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK.
a.Masalah
Berdasarkan
paparan dalam latar belakang, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
a)Bagaimana
langkah-langkah penerapan model pembelajaran
berbasis proyek untuk meningkatkan kemampuanmenulis proposal ilmiah sederhana?
b)Apakah
penerapan model pembelajaran berbasis proyek
dapat meningkatkan hasil belajar menulis proposal ilmiah sederhana?
b.Tujuan Penelitian
Sejalan
dengan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah :
a)Untuk mengetahui langkah-langkah penerapan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kemampuanmenulis proposal ilmiah sederhana.
b)Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis proyek
dapat meningkatkan hasil belajar menulis proposal ilmiah sederhana. (Bersambung)