Rabu, 18 September 2013

Soal Perbaikan UTS 1


SOAL PERBAIKAN UTS 1
Mata Pelajaran        : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester        : XII/Ganjil
Tahun                      : 2013

Bacalah paragraf berikut!
Fluktuasi ekonomi bergerak cepat dalam satu bulan terakhir. Baru 16 Agustus lalu pemerintah menyampaikan  nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014. Satu bulan kemudian, pemerintah merombak asumsi dan target-target ekonomi 2014
Sumber: Radar Sulteng, 16 September 2013

Soal :
Tentukan kalimat utama, gagasan pokok, dan simpulan paragraf tersebut!

Rabu, 07 November 2012

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENULIS NARASI SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 PALU MELALUI PENERAPAN STRATEGI MENULIS TERBIMBING (SMT)


 Oleh: I Wayan Suarsa
1.1 Latar Belakang

         Peraturan Mendiknas  Nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah menjelaskan bahwa dalam pembelajaran menulis siswa diharapkan mampu menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian  informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Peraturan pemerintah tersebut mengisyaratkan bahwa pembelajaran menulis di kelas harus dapat dilaksanakan secara kreatif, aktif, inovatif, dan menyenangkan. Hal ini sekaligus untuk memenuhi stándar proses pendidikan.
1
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Palu dilaksanakan berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Di dalam KTSP pembelajaran menulis narasi terdapat di  kelas XI, dengan indikator: “mengidentifikasi jenis teks (narasi, deskripsi, dan eksposisi) dengan menggunakan berbagai teknik. Untuk memenuhi indikator itu guru diharapkan dapat mengelola pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai teknik dan strategi pembelajaran. (Ghazali dalam Liputo, 2003) menjelaskan strategi sangat bermanfaat dalam pembelajaran. Strategi dapat mengarahkan dan mengoptimalkan proses pembelajaran di kelas. Selain itu. Degeng (dalam Liputo, 2003:4) menjelaskan, strategi pembelajaran yang digunakan hendaklah dapat mengembangkan kemampuan mental siswa yang memungkinkannya belajar.
 Kondisi di lapangan menunjukan, guru belum dapat memanfaatkan teknik dan strategi pembelajaran dalam pembelajaran menulis narasi. Hal ini berimplikasi pada hasil menulis narasi  yang diberikan kepada siswa belum menunjukkan hasil yang optimal. Hal ini tampak dari rendahnya hasil belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran menulis cerita narasi. Rendahnya hasil belajar menulis  narasi tersebut diperoleh dari hasil pembelajaran menulis narasi yang diberikan kepada siswa dengan nilai rata-rata 55,4. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa tersebut belum memenuhi nilai kriteria keuntasan minimal kelas X pada kompetensi dasar menulis, yakni 65.
Rendahnya hasil menulis siswa tersebut, antara lain disebabkan oleh beberapa hal: (1) guru belum menerapkan strategi yang tepat dalam pembelajaran menulis narasi, (2) kegiatan pembelajaran di kelas lebih menekankan hasil daripada proses, (3) terbatasnya sarana dan prasarana pendukung proses pembelajaran, dan (4) siswa kurang berminat terhadap pembelajaran menulis. Untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa dalam menulis  narasi dapat dilakukan dengan menerapkan salah satu strategi pembelajaran. Salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat mengotimalkan pembelajaran menulis narasi adalah strategi menulis terbimbing (SMT).
Harapan penulis, melalui penerapan strategi menulis terbimbing diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis narasi di kelas XI SMKN 1 Palu tahun pelajaran 2012/2013, sekaligus dapat dijadikan sebagai sebuah model pembelajaran menulis  narasi di SMK.

1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang tersebut, dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut.
1.2.1  Guru belum memahami sepenuhnya kompetensi menulis yang
          harus dikuasai oleh siswa.
1.2.2  Langkah-langkah pembelajaran menulis narasi belum berjalan   secara optimal.
1.2.3     Prestasi belajar siswa dalam menulis  narasi sangat rendah.
1.2.4     Guru belum menerapkan strategi yang tepat dalam pembelajaran menulis narasi,
1.2.5     Kegiatan pembelajaran menulis narasi di kelas belum menekankan  proses.
1.2.6     Siswa kurang berminat terhadap pembelajaran menulis.


1.3       Batasan Masalah
            Dari keenam permasalahan yang diperoleh pada identifikasi masalah, penelitian ini difokuskan pada pemecahan masalah nomor dua tentang Langkah-langkah pembelajaran menulis  narasi di SMK Negeri 1 Palu belum berjalan   secara optimal, dan nomor tiga tentang hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Palu dalam menulis  narasi sangat rendah.

1.4   Rumusan  Masalah
         Berdasarkan batasan masalah di atas, rumusan masalah dalam penelitian berjudul meningkatkan hasil belajar siswa kelas  XI SMK Negeri 1 Palu dalam menulis  narasi melalui penerapan Strategi Menulis Terbimbing adalah sebagai berikut:
1.4.1 Bagaimana langkah-langkah penerapan Strategi Menulis
         Terbimbing dapat  meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis
         narasi?
1.4.2 Apakah penerapan Strategi Menulis Terbimbing dapat  meningkatkan   
         Hasil belajar siswa  dalam menulis  narasi?

1.5   Tujuan Penelitian
         Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah seperti berikut.
1.5.1    Mengetahui langkah-langkah penerapan Strategi Menulis
           Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis  
            Narasi.
1.5.1   Mengetahui penerapan Strategi Menulis Terbimbing dapat  
           Meningkatkan hasil  belajar siswa dalam menulis  narasi.

1.6    Manfaat Penelitian
          Manfaat bagi peneliti dari penelitian ini ialah:
1.6.1  Menambah wawasan tentang model pembelajaran.
1.6.2 Meningkatkan profesionalisme guru dalam hal pengembangan model pembelajaran.
          Bagi lembaga, manfaat penelitian ini ialah:
1.6.1 Menambah model pembelajaran yang dapat diterapkan di dalam  
          kelas.
1.6.2  Menjadi acuan dalam memperbaiki pembelajaran menulis 
         narasi di kelas.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENULIS PROPOSAL MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK BAGI SISWA KELAS XII SMK NEGERI 1 PALU


Oleh : I Wayan Suarsa
 
A.Latar Belakang

            Peraturan Mendiknas  Nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah menjelaskan bahwa dalam pembelajaran menulis siswa diharapkan mampu menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian  informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Peraturan pemerintah tersebut mengisyaratkan bahwa pembelajaran menulis di kelas harus dapat dilaksanakan secara kreatif, aktif, inovatif, dan menyenangkan. Hal ini sekaligus untuk memenuhi stándar proses pendidikan.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Palu dilaksanakan berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Di dalam KTSP pembelajaran menulis proposal terdapat di  kelas XII, dengan kompetensi dasar:  menulis proposal untuk kegiatan ilmiah sederhana. Indikator dari kompetensi dasar ini meliputi: (1) membuat kerangka proposal sesuai dengan konteks yang ditentukan, dan (2) menyusun rancangan proposal yang berkonteks kegiatan keahlian masing-masing.
         Untuk memenuhi indikator itu guru diharapkan dapat mengelola pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai teknik dan strategi pembelajaran. (Ghazali dalam Liputo, 2003) menjelaskan strategi sangat bermanfaat dalam pembelajaran. Strategi dapat mengarahkan dan mengoptimalkan proses pembelajaran di kelas. Selain itu. Degeng (dalam Liputo, 2003:4) menjelaskan, strategi pembelajaran yang digunakan hendaklah dapat mengembangkan kemampuan mental siswa yang memungkinkannya belajar.
 Kondisi di lapangan menunjukkan, guru belum dapat memanfaatkan teknik dan strategi pembelajaran dalam pembelajaran menulis proposal. Hal ini berimplikasi pada hasil menulis proposal  yang diberikan kepada siswa belum menunjukkan hasil yang optimal. Hal ini tampak dari rendahnya hasil belajar siswa kelas XII dalam pembelajaran menulis proposal. Rendahnya hasil belajar menulis proposal tersebut diperoleh dari nilai tugas terstruktur yang diberikan kepada siswa dengan nilai rata-rata 65 - 70. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa tersebut belum memenuhi nilai kriteria ketuntasan minimal kelas XII pada kompetensi dasar menulis proposal ilmiah sederhana, yakni 75.
Rendahnya hasil belajar menulis proposal siswa tersebut, antara lain disebabkan oleh beberapa hal: (1) guru belum menerapkan strategi yang tepat dalam pembelajaran menulis proposal, (2) kegiatan pembelajaran di kelas lebih menekankan hasil daripada proses, (3) terbatasnya sarana dan prasarana pendukung proses pembelajaran, dan (4) siswa kurang berminat terhadap pembelajaran menulis proposal. Untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa dalam menulis  proposal dapat dilakukan dengan menerapkan salah satu strategi atau model pembelajaran. Salah satu strategi atau model pembelajaran yang diharapkan dapat mengoptimalkan pembelajaran menulis proposal adalah model pembelajaran berbasis proyek.
Harapan penulis, melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis proposal di kelas XII SMKN 1 Palu tahun pelajaran 2012/2013, sekaligus dapat dijadikan sebagai sebuah model pembelajaran menulis proposal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK.

a.      Masalah
Berdasarkan paparan dalam latar belakang, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
a)     Bagaimana langkah-langkah penerapan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kemampuan  menulis proposal ilmiah sederhana?
b)    Apakah penerapan model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan hasil belajar menulis proposal ilmiah sederhana?

b.      Tujuan Penelitian
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah :
a)     Untuk mengetahui langkah-langkah penerapan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kemampuan  menulis proposal ilmiah sederhana.
b)    Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan hasil belajar menulis proposal ilmiah sederhana. (Bersambung)